ACCEPT
ACCEPT 2011
A massive storm is coming!
Band Members
Wolf Hoffmann – Guitars
Peter Baltes – Bass
Mark Tornillo – Vocals
Herman Frank – Guitars
Stefan Schwarzmann – Drums
ACCEPT
Accept merupakan band heavy metal dari kota Solingen, Jerman. Grup tersebut dirintis oleh Udo Dirkschneider (vokalis) pada awal 1970-an. Accept berperan penting dalam perkembangan music speed metal. Namun, pada 1997, grup tersebut bubar. Pada 2005, mereka sempat bangkit sebentar lantas vakum kembali. Akhirnya, dengan vokalis baru Mark Tornillo (personel T.T. Quick) yang menggantikan Udo Dirkschneider, pada 2009 mereka bergabung lagi dan merilis album terbaru, Blood of the Nations. Album tersebut telah terjual hingga 17 juta kopi.
Awal Tahun (70-an hingga 1982)
Perjalanan karir band tersebut berawal pada 1976. Saat itu, Accept dengan personel pertama (vokalis Udo Dirkschneider, gitaris Wolf Hoffmann dan Gerhard Wahl, bassis Peter Baltes, dan drumer Frank Friedrich) mengikuti festival rock n’ roll di Jerman, Rock am Rhein. Setelah festival tersebut, mereka sepakat melakukan rekaman untuk album pertama, Accept. Namun, Friedrich dan Wahl keluar dari band setelah debut album pertama tersebut. Mereka memang tidak berniat mengejar karir di dunia musik.
Tak lama kemudian, posisi mereka diganti Stefan Kaufmann (drumer) dan Jörg Fischer (gitaris). Dengan formasi baru itu, Accept merilis album kedua, I’m A Rebel, pada 1980. Lagu-lagu dalam album tersebut sebenarnya ditulis oleh AC/DC. Namun, AC/DC tidak pernah merilisnya. Album itu akhirnya menarik perhatian media.
Pada 1981, ada tiga peristiwa besar yang dialami Accept. Pertama, album Breaker dirilis. Kedua, mereka menandatangani kontrak dengan Gaby Hauke. Perjanjian itu hingga kini masih berlaku. Ketiga, Accept bergabung dengan Judas Priest mengikuti tur dunia. Sejak itulah mereka semakin dikenal hingga ke luar Eropa.
Album berikutnya, Restless and Wild, dirilis pada 1982. Album tersebut menampakkan semangat revolusi para personelnya. Sound yang dihasilkan dalam album tersebut sangat revolusioner. Album itu telah menciptakan genre baru dalam musik rock yang dikenal dengan speed metal. Rekaman album itu tidak diikuti Jörg Fischer yang keluar beberapa saat sebelum mereka masuk studio. Accept lantas menyewa gitaris Jan Koemmet. Namun, dia meninggalkan band sebelum sesi rekaman. Para personel akhirnya dilengkapi oleh Herman Frank sebagai second guitarist.
Masa Kejayaan (1983–1987)
Accept menjadi semakin besar dan terkenal dengan album mereka selanjutnya yang legendaris, Balls to The Wall (1983). Album tersebut terbukti sangat berbeda dari album-album Accept sebelumnya. Konsep album itu sangat natural. Lagu-lagunya menyuarakan tentang politik, seks, dan hubungan antar manusia lainnya.
Misalnya, lagu Balls to the Wall mengungkapkan perlawanan buruh terhadap majikan yang menindas. Fight It Black mengungkapkan tentang penyesuaian diri dan keselarasan di lingkungan sosial. Semua lagu dalam album itu ditulis Accept dan Deaffy. Deaffy merupakan nama samaran manajer mereka, Gaby Hauke. Dia memang sering berkontribusi dalam menulis lirik lagu-lagu Accept.
Saat manggung di kota mereka, Solingen, pada 1983, band secara kebetulan bertemu Jörg Fischer. Gaby Hauke lantas mendesak Jörg Fischer untuk kembali bergabung dengan Accept. Terjadi kesepakatan. Mereka kemudian mengikuti tur keliling dunia hingga tampil dalam festival Monsters of Rock pada pertengahan 1984.
Album Metal Heart dirilis pada 1985. Diproduseri Dieter Dierks, produser Scorpion, album tersebut menampilkan kreativitas tinggi para personelnya. Accept terus berkeliling dunia untuk mengembangkan speed metal yang mereka usung. Semua itu didokumentasikan dalam album live mereka, Kaizoku-Ban. Setahun kemudian, 1986, mereka mengeluarkan Russian Roulette sebagai album yang penuh kritik.
Tapi, 1987, Udo Dirkschneider memutuskan berpisah dari Accept untuk bersolo karir. Untuk mendukung keputusan itu, tim penulis lagu Accept membantu pembuatan album Dirkschneider. Accept dan manajemennya begitu bersemangat mendukung launching karir solo Dirkschneider tersebut. Akhirnya, album itu dirilis pada 1987 dengan titel Animal House. Dirkschneider pun menjalani berbagai konser bersama bandnya, U.D.O.
Periode David Reece & Kevakuman Pertama (1988–1991)
Selama ditinggal Dirkschneider yang asyik dengan Animal House-nya, Accept mulai mengadakan seleksi untuk mencari vokalis baru. Akhirnya, mereka merekrut David Reece. Peter, Wolf, dan Stefan pun membentuk formasi baru lagi. Saat itu, solo karir Dirkschneider sedang menemui awal yang bagus. Selain itu, gitaris Jörg Fischer kembali meninggalkan Accept.
Accept dan perusahaan rekaman merasa senang dan lebih percaya diri dengan formasi baru itu, hingga akhirnya mereka menelurkan album Eat the Heat.
Sayangnya, karir Accept tiba-tiba berhenti ketika Stefan Kaufman mengalami cedera punggung saat menjalani tur. Dalam sisa tur di AS itu, dia akhirnya digantikan oleh drumer Ken Mary. Setelah tur selesai, Hoffmann, Baltes, and Hauke memutuskan untuk mengevaluasi band. Sebab, Stefan membutuhkan waktu yang panjang untuk recovery. Akhirnya, pada akhir 1989, Accept memutuskan untuk berhenti beraktivitas.
Reuni dengan Dirkschneider (1992–1996)
Album live bertitel Staying A Life direkam kembali pada 1985 dan dirilis pada 1990 sebagai kenang-kenangan perjalanan karir mereka. Saat personel Accept berkunjung ke Jerman, secara spontan mereka bertemu Dirkschneider, mantan vokalis Accept. Akhirnya, mereka memutuskan untuk me-launching kembali band dengan personel: Hoffmann, Kaufmann, Dirkschneider, dan Baltes.
Pada 1993, mereka merilis album Objection Overruled. Reuni personel band itu telah merengkuh sukses di Eropa maupun AS. Tur pun digelar di beberapa negara. Album selanjutnya bertitel Death Row dirilis pada 1994. Namun, Kaufmann tidak bisa bermain karena kembali mengalami cedera. Band akhirnya meminta Stefan Schwarzmann menggantikan posisinya sementara selama menjalani tur.
Kevakuman Kedua dan Kebangkitan Singkat (1997–2005)
Ketidakpastian masa depan Accept terjadi pada 1997 dan 2005 saat semua anggota band sibuk dengan proyek masing-masing. Namun, pada 2005, Accept mendapat undangan dari seorang promotor untuk memulai konser musim panas European Festival Tour dengan anggota lama Accept: Hoffmann, Baltes, Dirkschneider, Frank und Schwarzmann.
Semua personel menyetujui permintaan tersebut dan ternyata konser mereka sukses. Pertunjukan terakhir mereka digelar di Kaliakra Rock Fest, Kayana, Bulgaria (27 Agustus 2005). Tak berselang lama, Dirkschneider kembali merilis album baru bersama bandnya, U.D.O.
Pada 2007, ketika ditanya apakah Accept sedang merencanakan membuat album baru dengan materi baru, Dirkschneider menjawab, ’’Itu akan menjadi masalah. Anda tahu, lebih mudah untuk memutar lagu-lagu lama karena mereka sudah eksis. Terutama bagi saya, itu lebih mudah karena saya tetap menyanyikan lagu-lagu lama dengan U.D.O. Namun, beberapa di antara mereka akan merasa berat. Semua orang memang telah bekerja sangat baik. Orang-orang memang menginginkan konsep album baru Accept. Tapi, menggarap komposisi lagu-lagu baru bisa menjadi bencana. Itu merupakan cara untuk menghancurkan daripada menciptakan. Kami punya hubungan yang sangat baik sekarang dan biarkan itu tetap terjaga.’’
Pada 14 Mei 2009, Dirkschneider secara resmi mengumumkan bahwa dirinya tidak akan terlibat atau berpartisipasi dalam reuni Accept.
Berjaya Kembali dengan Mark Tornillo (2009–sekarang)
Akhir Mei 2009, muncul optimisme untuk membentuk kembali Accept. Saat itu, basis Peter Baltes mengaku telah menghabiskan waktu akhir pekannya bersama gitaris Wolf Hoffman di rumahnya di Pennsylvania. ’’Ada sesuatu yang menakjubkan dalam kerja,’’ ungkap Baltes. ’’Saya akan secepatnya membuat semua orang tahu. Saya akan menghidupkan kembali metal heart.’’
Kebetulan, pertemuan Accept dengan vokalis TT Quick, Mark Tornillo, dalam sebuah jam session telah membawa perubahan dengan terbentuknya formasi baru band tersebut. Mark Tornillo menjadi vokalis baru Accept.
Kabar kembalinya Accept dengan vokalis baru Mark Tornillo dengan cepat menyebar ke seluruh dunia bagaikan api liar. Dengan suara vokal Mark Tornillo yang sangat antusias dan penuh energi, Accept memutuskan untuk menggarap album baru. Saat mendengar kabar itu, produser Andy Sneap (produser Megadeth, Blaze, Exodus, Testament, Arch Enemy, dan Onslaught Fame) yang merupakan fans berat Accept, langsung terbang ke AS untuk bertemu dengan band. Accept pun merasa cocok dengan Andy. Mereka telah menemukan produser yang pas untuk album baru mereka: Blood of the Nations. Itu merupakan album original mereka dalam 14 tahun, sejak album Predator (1996).
Dengan personel baru tersebut, debut mereka pada 8 Mei 2010 di Gramercy Theatre, New York City, dihadiri hampir seluruh insan industri musik. Tiket konser mereka terjual habis. Tampil di hadapan ribuan fans, itu merupakan konser mereka setelah 14 tahun. Mereka menampilkan lagu-lagu lama Accept dan beberapa lagu bermateri baru.
Pada 21 Mei 2010, video mereka bertitel Teutonic Terror menduduki peringkat ke-5 video chart semua genre di MySpace, bersaing dengan top hit seperti Miley Cyrus, Justin Bieber, dan Christina Aguilera. Video tersebut juga nangkring di puncak tangga pada MySpace Global Metal Charts.
Mei dan Juni 2010, Accept menjadi band pembuka konser AC/DC di Hannover dan Stuttgart, Jerman. Pada 25 Juni 2010, mereka menjadi band utama yang tampil dalam Sonisphere Festival di Rumania dan Turki. Dua jam mereka membawakan lagu-lagu lamanya dari album seperti Balls to the Wall, Metal Heart, dan Princess of the Dawn. Mereka juga tak lupa menampilkan lagu baru dari album Blood of the Nations.
Album tersebut sangat sensasional hingga mendapat peringkat ke-4 dalam tangga album baru versi German Media Control Charts. Itu merupakan posisi tertinggi di antara seluruh album Accept.
Blood of the Nations kemudian dirilis pada 4 September di Jepang dan 18 September 2010 di AS. Sepanjang musim panas, Accept melewatkan 80 hari untuk traveling sepanjang 65.000 km dan tampil di hadapan lebih dari 450.000 fans. Pada akhir Oktober 2010, Accept tampil dalam acara prestisius, Japanese Festival Loudpark, bersama artis seperti Ozzy Osbourne, Motörhead, dan Stone Sour. Sisa waktu hingga akhir tahun nanti mereka gunakan untuk menyiapkan tur ke Eropa pada awal 2011.
Accept bangkit lagi… Di dunia di mana metal telah menjadi tiruan dan basi, Accept sekali lagi maju terus dengan jujur, dengan musik yang visioner. Mereka seperti binatang terkurung yang telah lepas… (andrifay)
Dikutip dari John Strednansky, October 2010
www.accept.com